Minggu, 29 April 2012
Sabtu, 28 April 2012
FILSAFAT DIRI
FILSAFAT
DIRI
Aku. Aku adalah Inti firdaus. Inti menurut bahasa artinya
pokok atau sari, sedangkan menurut orang tua yang memberiku nama, Inti berarti
sama dengan akhiran nama ibuku yaitu winaryaTi. Firdaus adalah salah satu nama
surga yang terindah dan ternikmat. Ayahku memberi nama Inti firdaus yang secara
bahasa adalah pokok atau sari dari surga firdaus. Orang tuaku memberiku nama
seperti itu dengan harapan aku bisa menjadi waita penghuni surga firdaus dan
membawa serta orang tua serta orang-orang terdekat untuk ikut tinggal di dalam
surga firdaus.
Aku. Aku adalah seseorang yang hidup dalam dunia yang apa
adanya. Tidak menjadi orang lain dan tidak berusaha menjadi orang lain. Pernah
sekali aku mencoba untuk menjadi orang lain, dan aku tidak nyaman. Aku adalah
diriku sendiri dan apa yang aku fikirkan. Aku ingin orang disekitarku mengerti
dan memahami bahwa inilah aku dengan segala kelemahan dan kelebihanku. Aku
ingin mereka melihat wajahku, bukan topeng yang menutupinya.
Aku. Aku adalah orang yang hidup dalam kesederhanaan.
Terbiasa mmenerima apa pun yang ada. Terbiasa tidak mendapatkan apa yang
diinginkan. Kehilangan sosok ayah sejak kecil adalah sesuatu yang menyakitkan.
Mengguncang segala aspek dalam kehidupanku. Sederhana dan apa adanya adalah
seseuatu yang melekat di hidupku. Aku sungguh mengikuti aliran sungai. Ku
ibaratkan diri ini seperti sungai, biarkan dia mengalir apa adanya. Biarpun dia
bertemu banyak hambatan, namun dalam setiap hambatan tersebut pastilah ada
celah yang dapat dilewati air, bagaikan hidup yang mengalami banyak cobaan,
setiap cobaan pasti ada celah untuk menjadi penyelesaiannya. Hingga akhirnya aliran
sungai itu dapat menuju laut dan berakhir di sana. Di laut itulah takdirku
menunggu, jodohku dan matiku.
Aku. Aku adalah seseorang yang hidup dengan memanfaatkan
kesempatan yang ada. Aku selalu mencoba hal-hal baru. Bagiku, kesempatan tidak
pernah datang dua kali. Banyak hal baru yang harus dicoba. Kita bisa menemukan
banyak bintang tapi kita tidak akan mendapatkan bintang yang sama untuk kedua
kalinya. Hal-hal baru tersebut banyak yang bisa dijadikan pengalaman, karena
pengalaman adalah guru yang paling baik. Banyak pelajaran yang bisa diambil,
biar pahit mauapun manis, semuanya digunakana tuk menjadi pelajaran agar hidup
kita lebih baik di masa yang akan datang. Resiko itu sudah psti kita hadapi
dalam mencoba hal baru, namun apalah artinya hidup tanpa resiko? Akan tetapi,
tentu saja sebelum kita memutuskan untuk mengambil kesempatan, kita harus
memikirkan tentang baik buruknya, manfaat dan mudzorotnya, baru kita bisa
mengambil keputusan. Seperti itulah
hidup yang aku jalani, berusaha mengambil kesempatan tanpa melewatkan akibat
dan manfaat yang kita ambil dri keputusan tersebut.
Aku. Aku berasal dari rahim seseorang yang melahirkan
aku. Seseorang yang mengandungku dan seseorang yang mencintaku selamanya.
Seseorang yang tidak pernah lelah menyayangiku dalam kondisi apapun. Bahkan aku
yakin, dialah satu-satunya orang yang rela mati untukku. Ibu, satu sosok yang
tak pernah habis untuk didiskripsikan. Ibu, sosok yang tidak pernah terukur
kasih sayangnya. Ibu, sosok yang hebat dan menjadi inspirasiku. Dari sanalah
aku terlahir, bukan hanya dari segi biologis yaitu seseorang yang mengandung,
melahirkan dan menyusuiku. Namun aku terlahir darinya dari segala segi
kehidupanku. Semua yang ada dalam diriku saat ini adalah karena ibu, sesudah
Allah tentunya. Cara pandangku, prinsipku, cara hidupku, kebiasaan dan apapun
yang melobatkan kepribadian dan emosional.
Aku. Aku berada di sini, di Universitas Negeri Malang
FMIPA Biologi dengan program studi S1 Pendidikan Biologi. Sesuatu yang sangat membanggakan.
Bagaimana tidak? Sejak kecil aku bercita-cita menjadi seorang guru. Itu pula
yang ibu inginkan dariku. Meneruskan perjuangannya untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa. Beliau bercerita bahwa sejak kecil aku telah mempunyai bakat untuk
menjadi guru. Selain itu, aku sudah terdidik dalam lingkungan guru karena aku
tinggal di perumahan guru dimana sebagian besar yang tinggal disitu berprofesi
sebagai guru. Jadi, guru dan dunianya sudah mendarah daging dalam kehidupanku
dan perkembangannya pun selalu di depan mata. Aku memilih biologi karena sejak
kecil pula aku mneyukai alam dan segala hal yang berbau kesehatan.
Aku. Aku mempunyai tujuan hidup untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa. Secara universal aku mempunyai tujuan hidup untuk mengabdikan
diri pada sesuatu yang aku sayang. Banyak hal yang aku sayang, aku ingin
mengabdikan diriku pada Allah Swt, ibu, keluarga, lembaga yang mencerdaskan aku
serta tempat aku bekerja. Satu hal lagi yang aku sayangi adalah dunia
pendidikan Indonesia. Aku ingin memberikan pengajaran gratis pada anak-anak
kurang mampu. Mereka seharusnya mempunyai hak yang sama dengan anak-anak yang
lain, yaitu mendapatkan pendidikan. Seharusnya tidak ada lagi anak bodoh di
Indonesia. Tidak terbelenggu pada keterbatasan ekonomi ataupun faktor lainnya.
Kita bisa mengajarkan mereka ketrampilan sehingga dapat memperoleh penghasilan
dari karya mereka. Jika mereka sudah dapat menghasilkan uang dari karya mereka,
tentu orang tua dan anak-anak tidak mampu lainnya akan tertarik untuk
mendapatkan hal yang sama, dari situlah kita sisipi berbagai macam
pengetahuan-pengetahuan, cara bermain dan belajar secara seimbang. Tidak mudah
memang, dibutuhkan kemauan yang keras serta tenaga dan waktu yang tidak
sedikit. Apalagi di dunia seperti ini, jarang sekali atau bahkan tidak ada orang
yang mau bekerja tanpa diberi imbalan. Semua butuh uang saat ini, mengkomersilkan
segalanya. Ingatkan mereka tentang akhir dari hidup ini? Semua akan berakhir
pada kematian, dimana tidak akan ada yang menolong kita kecuali tiga hal yaitu
amal yang sholeh, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang senantiasa
mendoakan orang tuanya. Dengan menjadi guru, menjadi pengajar yang ikhlas, kita
telah menyumbangkan ilmu yang bermanfaat, belum lagi segala macam pengalaman
dan amalan yang kita peroleh, pahala seperti itu tidak akan ada habiskan dan
sangat membantu kita di akhirat nanti. Profesi guru masih dianggap sebagai
profesi yang tidak menjamin, dengan gaji yang kecil dan kerja keras tidak mampu
mencukupi kebutuhan. Bahkan ada beberapa orang yang bilang bahwa jika ingin
kaya maka jangan menjadi guru, namun apakah tujuan hidup ini hanya mencari
kekayaan?? Tidak ingatkah bahwa hidup ini hanya sementara dan kekayaan tidak
dibawa mati??
makalah USG 4D
ILMU KEALAMAN MASA KINI
“USG 4 DIMENSI”
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Dasar-dasar Sains
Pembimbing : Dr. Hedi Sutomo, S.U.
Oleh :
Firza Dwi Hasanah Inti Firdaus
(110341421575) (110341421567)
Nubila Pradnya Paramita Rizki Siska Rosalita
(110341421578) (110341421569)
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
APRIL 2012
BAB I
PENDAHULUAN
2.1 Latar
Belakang
Ilmu Kealaman merupakan salah satu ilmu yang penting bagi
manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu kealaman terus berkembang
dengan pesat. Ilmu Kealaman memunculkan penemuan-penemuan baru yang semakin
memudahkan manusia untuk melakukan kegiatannya.
Salah satu penemuan terbaru ini adalah USG 4 Dimensi. USG
atau Ultrasonography adalah alat yang digunakan untuk pemeriksaan ibu hamil menggunakan gelombang suara
yang dilepaskan probe USG. Gelombang suara tersebut melewati jaringan tubuh,
misalnya kulit, lapisan lemak perut,
otot-otot perut, dan cairan ketuban, Kemudian dipantulkan, ditangkap dan
dimunculkan dalam bentuk gambar pada monitor. Gradasi kepekatan warna pada
gambar tergantung materi apa yang dilewati dan memantulkanya. (Anonim, 2012)
Alat USG berkembang dari waktu ke waktu. Awalnya,
gambar yang hanya berupa gambar 2 Dimensi (panjang x lebar). Saat
ini, telah dapat pula gambar 3 Dimensi dalam ukuran volume (panjang x
lebar x tinggi). Lebih hebat lagi, gambar 3 D itu kini juga dapat
dipancarkan dan ditangkap dengan kecepatan real time ibaratnya anda menggunakan
handycam. Itulah yang kita sebut USG 4 Dimensi.
(Anonim, 2012)
Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk menulis
makalah mengenai Ilmu Kealaman Terkini dengan judul “USG 4 D”. Tujuan dari
penulisan makalah ini untuk menyebarluaskan kepada masyarakat agar banyak
masyarakat yang mengetahui dan dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
2.2
Rumusan Masalah
1)
Apa
USG 4 D ?
2)
Apa
fungsi, keunggulan dan manfaat USG 4 D ?
3)
Bagaimana
tahapan pemeriksaan pada ibu hamil menggunakan USG 4 D ?
4)
Dimana
ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan menggunakan USG 4 D ?
5)
Kapan
ibu hamil boleh melakukan pemeriksaan menggunakan USG 4 D ?
6)
Bagaimana
cara penyimpanan hasil pemeriksaan menggunakan USG 4 D ?
2.3
Tujuan
1)
Mendeskripsikan
pengertian USG 4 D.
2)
Mendeskripsikan
fungsi, keunggulan dan manfaat USG 4 D.
3)
Mendeskripsikan
tahapan pemeriksaan pada ibu hamil menggunakan USG 4 D.
4)
Mengetahui
tempat untuk melakukan pemeriksaan menggunakan USG 4 D.
5)
Mengetahui
waktu bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan USG 4 D.
2.4
Manfaat
·
Bagi
Ibu Hamil
Dapat
mengetahui adanya teknologi terbaru sehingga dapat memanfaatkan alat tersebut
dengan baik. Serta dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari alat USG 4 D
tersebut.
·
Bagi
Masyarakat
Dapat
memberitahukan informasi yang diperoleh kepada keluarga, kerabat, atau rekan
kerja yang membutuhkan informasi tentang USG.
·
Bagi
Ilmuwan
Dapat
terus mengembangkan Ilmu yang ada untuk terus menciptakan penemuan-penemuan
yang lebih baik.
·
Bagi
Penulis
Dapat mengetahui tentang
USG 4 D sekaligus untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Sains.
BAB II
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian
USG 4 D
USG 4 D merupakan kepanjangan dari Ultrasonography
4 Dimensi yang merupakan alat yang digunakan untuk pemeriksaan ibu hamil menggunakan gelombang suara
yang dilepaskan probe USG. Gelombang suara tersebut melewati jaringan tubuh,
misalnya kulit, lapisan lemak perut,
otot-otot perut, dan cairan ketuban, kemudian dipantulkan, ditangkap dan
dimunculkan dalam bentuk gambar pada monitor. Gambar tersebut membentuk gambar
3 Dimensi dalam ukuran volume (panjang x lebar x tinggi) yang dipancarkan
dan ditangkap dengan kecepatan real time ibaratnya anda menggunakan handycam.
Itulah yang kita sebut USG 4 Dimensi.
(Anonim, 2012)
2.2
Fungsi, Kelebihan dan Manfaat USG 4 D
Fungsi dari USG 4 D ini untuk
melihat kehamilan. Dengan menggunakan USG 4 D ini, sang ibu dapat melihat wajah sang jabang
bayi dengan jelas, apakah sedang tersenyum, sedih, semua akan terlihat lewat
USG 4D. Tentu fungsi USG 4D tak hanya itu, alat ini juga bisa memeriksa
:
· Kehamilan
tidak berkembang, kahamilan di luar kandungan, kehamilan dengan mola (hamil
anggur), dan pendarahan di balik calon ari-ari.
·
Bentuk
jantung dan Sistem Saraf Pusat (SSP). Jadi dapat dilihat ada tidaknya kelainan
di otak, kelainan hidrosephalus, kelainan katarak pada bola mata, kelainan
rongga jantung serta juga bisa dilihat ada tidaknya kelainan tulang belakang,
meliputi celah pada tulang belakang (Spina Bifida).
·
Posisi, ukuran, aliran
darah, tali pusat, lilitan tali pusat dan letak plasenta dengan baik. Juga kelainan lain, seperti ari-ari di
bawah atau janin terlilit tali pusat atau tidak.
Alat canggih ini
memiliki banyak kelebihan dibandingkan USG biasa. Gambar
lebih jelas dan mudah dimengerti, selain dapat mengetahui permukaan (surface)
anatomi bayi secara lebih jelas, mulai wajah hingga kelengkapan anggota badan,
juga bisa mengetahui kelainan pada bayi secara jelas. Keunggulan lain USG 4D adalah pada pemeriksaan jantung.
Dahulu kita tidak mungkin menganalisa jantung dengan gambar yang begitu jelas,
bisa bergerak, bisa dipelankan geraknya, diputar, diperbesar, dan sebagainya
Boleh
dibilang, manfaat USG 4D lebih ke arah performance
dan appearance dari janin yang mudah
dimenerti orangtua. Itu sebabnya wajah sang jabang bayi pun tampak jelas
melalui USG 4D, apakah sedang tersenyum, sedih, akan terlihat lewat USG 4D. Lebih ke arah psikis dimana akan lebih memberikan
kebahagiaan pada ibu dan rasa lebih erat bila melihat gambaran dan gerakan bayi
yang sedang di dalam rahim. Selain itu untuk kepentingan klinis pada tindakan
amniosentesis (pengambilan cairan ketubah) untuk kepentingan diagnosis/
pemeriksaan risiko kelainan pada bayi. (meskipun di Indonesia tindakan ini
tidak lazim dilakukan).
2.3
Tahapan Pemeriksaan Menggunakan USG 4 D
Pemeriksaan kehamilan dengan USG ini dibagi menjadi
3
tahapan :
· Pada
pemeriksaan trimester pertama,
yang diperiksa antara lain kehamilan tidak berkembang, kahamilan di luar
kandungan, kehamilan dengan mola (hamil anggur), pendarahan di balik calon
ari-ari dan sebagainya. Pada trimester
pertama, pemeriksaan USG juga akan membantu memastikan ada tidaknya detak
jantung janin, Kita juga bisa melihat kelainan lain, misalnya bayi kembar. Jadi
kita bisa mengambil tindakan sejak dini, Juga bisa mendeteksi adanya kelainan
bentuk kepala, karena ada janin yang tulang kepalanya tidak terbentuk.
·
Pada pemeriksaan trimester kedua, USG akan membantu melihat bentuk jantung dan Sistem Saraf
Pusat (SSP). Jadi dapat dilihat ada tidaknya kelainan di otak, kelainan
hidrosephalus, kelainan katarak pada bola mata, serta kelainan rongga jantung. Pada pemeriksaan
trimester kedua ini juga bisa dilihat ada tidaknya kelainan tulang belakang,
meliputi celah pada tulang belakang (Spina Bifida).
· Pada trimester ketiga, kita bisa melihat
posisi, ukuran, aliran darah, tali pusat, lilitan tali pusat dan letak plasenta
dengan baik. Juga kelainan lain, seperti ari-ari di bawah atau janin terlilit
tali pusat atau tidak.
2.4 Tempat Melakukan
Pemeriksaan Menggunakan USG 4 D
Saat
ini, fasilitas USG 4 D sudah dapat ditemui di Rumah Sakit Umum maupun Rumah
Sakit Ibu dan Anak di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Solo dan
Surabaya.
2.5 Waktu Pemeriksaan
Waktu untuk melakukan pemeriksaan menggunakan USG 4 D ini
adalah sepanjang usia kehamilan , selagi ada ruang antara janin dan rahim yang terisi air
ketuban. Namun, untuk
kepuasan melihat sangat dianjurkan pada usia 28-34 minggu.
2.6 Cara Penyimpanan
Hasil pemeriksaan dengan menggunakan USG 4 D ini dapat disimpan dalam bentuk CD ROM,
dengan gambar
yang bergerak seperti video.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
1)
USG
4 D merupakan kepanjangan dari Ultrasonography 4 Dimensi yang merupakan alat yang digunakan untuk pemeriksaan ibu hamil menggunakan gelombang suara.
2)
Fungsi dari USG 4 D ini untuk
melihat kehamilan, dengan memiliki beberapa keunggulan dan manfaat yang lebih
dari USG lainnya.
3)
Pemeriksaan kehamilan dengan USG ini dibagi menjadi
3
tahapan, yaitu pada trisemester pertama, trisemester kedua
dan trisemester ketiga.
4)
Tempat
melakukan pemeriksaan menggunakan USG 4 D ini dapat dilakukan di RS Umum maupun
RS Ibu dan Anak di kota besar.
5)
Waktu untuk melakukan pemeriksaan
menggunakan USG 4 D ini adalah sepanjang usia kehamilan , selagi ada ruang antara janin dan rahim yang terisi air
ketuban.
6)
Hasil pemeriksaan dengan menggunakan
USG 4 D ini dapat
disimpan dalam bentuk CD ROM, dengan gambar yang bergerak seperti video.
DAFTAR PUSTAKA
http://sariasih.com/lvl2/index.php?option=com_content&view=article&id=105&lang=e
news.nationalgeographic.com/.../0225_050225_tv_ultrasound.html
Sabtu, 18 Februari 2012
Rendahnya Kemampuan Menulis Mahasiswa Indonesia
Inti firdaus
110341421567
Biologi / C’2011
Karya
Tulis Menangis
Menulis merupakan kegiatan
berkomunikasi antarsesama manusia dengan media berupa bahasa tulis.
Berkomunikasi antar dua orang dengan bahasa tulis dapat dilakukan melalui surat
menyurat. Berkomunikasi dengan tujuan menyampaikan ide atau gagasan kepada
banyak orang dengan bahasa tulis dilakukan melalui penulisan artikel atau buku.
Ahmadi (1990) mendefinisikan ”Menulis merupakan suatu perbuatan atau kegiatan
komunikatif antara penulis dan pembaca.” (Lis, 2007)
Menulis sangat penting untuk
dilakukan oleh setiap orang. Setiap orang perlu melakukan komunikasi dengan
menulis. Menulis dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti menulis surat,
menulis karangan atau menulis karya tulis ilmiah. Menulis karya ilmiah diperlukan
untuk menyampaikan suatu hasil kajian atau penelitian. Oleh karena itu,
mahasiswa Indonesia kini disibukkan menulis laporan praktikum, jurnal, makalah,
hingga skripsi sebagai bentuk penyampaian informasi tentang adanya penelitian
atau hasil kajian yang telah mereka buat. Ide atau gagasan tentang sebuah topik
harus tersusun dalam bentuk karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah haruslah
memuat data dan fakta yang diungkap dari hasil penelitian, pengamatan dan
peninjauan.
Sebagian besar orang menganggap
bahwa kemampuan menulis ilmiah oleh mahasiswa masih rendah. Hal itu dibuktikan
oleh sedikitnya karya ilmiah mahasiswa Indonesia yang diterima di ranah
Internasional bila dibandingkan dengan negara maju lain di dunia atau bahkan di
Asia tenggara. Berdasarkan data Indonesian Scientific Journal Database terdata
sekitar 13.047 buah jurnal di Indonesia yang berkategori ilmiah yang masih
aktif, sangat tertinggal jauh dari
Malaysia yang sudah 55.211 dan Thailand 58.931.
Rendahnya kemampuan mahasiswa dalam
menulis ilmiah disebabkan karena kurangnya minat membaca mahasiswa dan sebagian
besar penduduk Indonesia. Kedua kegiatan ini saling mempengaruhi. Membaca itu
referensi untuk menulis. Bagaimana bisa seseorang menulis jika tidak suka
membaca. Mustahil seseorang bisa menulis kalau yang bersangkutan tidak suka
membaca karena kedua kegiatan saling beriringan (Abdul, 2011). Perbandingan
dapat dilakukan dengan pengamatan di tempat-tempat umum seperti stasiun,
terminal dan di dalam kendaraan umum. Masyarakat di negara-negara maju seperti
Jepang dan Inggris menggunakan waktu senggang yang mereka miliki untuk membaca.
Mereka selalu membawa buku saku hingga buku besar untuk dibaca di tempat umum.
Di Indonesia pada tempat tersebut terjadi sesuatu yang sangat berbeda. Masyarakat
Indonesia jarang yang menghabiskan waktu luang dengan membaca buku seperti di negara
maju lainnya. Mereka lebih suka mengobrol, bermain alat elektronik, bahkan
tidur. Namun, ada juga beberapa orang yang masih membaca koran.
Taufiq
Ismail, seorang penyair Angkatan 66, melihat generasi muda kita buta membaca
dan lumpuh menulis sangat beralasan. Dia melihat hal ini sebagai akibat buruk
dari dimatikannya kewajiban membaca 25 buku dan mengarang 40 jam setahun bagi
murid-murid SMA, yang terjadi sejak berakhirnya sistem pendidikan AMS
(setingkat SMA di zaman Belanda). Kurikulum pendidikan yang tidak menganggap
membaca dan menulis sebagai pelajaran penting adalah akar penyebab rendahnya
kemampuan menulis pemuda kita saat ini (Joni, 2012)
Adapun faktor lain penyebab
rendahnya kemampuan menulis karya ilmiah juga dipengaruhi oleh kurangnya
pengakuan dari pemerintah terhadap karya tulis mahasiswa Indonesia yang
berkualitas. Hal itu membuat mahasiswa berpikir, “Untuk apa susah-susah membuat
karya tulis yang baik, toh dari pemerintah tidak ada penghargaan, hanya
buang-buang waktu saja.” Sedangkan di luar negeri, mahasiswanya benar-benar
mendapat respon positif dan perhatian dari pemerintah. Oleh karena itu, banyak mahasiswa
Indonesia yang akhirnya memutuskan bekerja di luar negeri karena lebih mendapat
pengakuan dan penghargaan atas karyanya. Padahal jika diterapkan di Indonesia,
karya tulis para mahasiswa itu dapat memajukan negara ini. “Hasil kerja dari
para peneliti kurang di-support pemerintah, setidaknya ada upaya pemerintah
memberikan ruang gerak bagi peneliti untuk lebih mempromosikan hasil
penelitian. Para peneliti pastinya sangat bangga jika hasil penelitiannya
digunakan masyarakat luas, tetapi nyatanya produk para peneliti banyak
disampingkan,” (Putrahermanto, 2010)
Setelah mengetahui fakta tentang
karya tulis mahasiswa saat ini, seharusnya hati kita tergerak untuk turut
memperbaiki keadaan tersebut. Banyak pihak yang dibutuhkan untuk memperbaiki keadaan
ini seperti pemerintah, orang tua, guru/dosen dan yang paling pokok adalah
mahasiswa Indonesia. Pemerintah seharusnya bisa lebih mengahargai karya anak
bangsa sehingga mereka tidak lari ke luar untuk bekerja. Pemerintah bisa
memulai dengan memberikan penghargaan dan pekerjaan yang layak dengan gaji yang
pantas, sesuai dengan apa yang dikerjakan. Dengan begitu, setidaknya dapat
mengurangi ilmuwan yang bekerja ke luar negeri dan mereka pun akan mengabdi
pada negara Indonesia sehingga Indonesia dapat menjadi negara maju karena
memiliki ilmuwan yang benar-benar mengabdi pada negara kelahirannya. Selain dari pemerintah, dukungan juga dibutuhkan
dari orang tua. Orang tua seharusnya mulai memberikan budaya membaca sejak
kecil. Agar saat kelak dewasa atau menjadi mahasiswa, dia memiliki rasa ingin
membaca yang tinggi. Kemudian untuk guru/dosen harus memberi dukungan dan
pengarahan untuk anak didiknya agar meningkatkan kegiatan membaca dan menulis.
Dari mahasiswa sendiri, mereka mesti optimis bahwa mereka mampu untuk membuat
suatu karya tulis ilmiah, serta mulai
membiasakan diri untuk cinta membaca.
TIPS MEMBAWAKAN ACARA
PERSIAPAN
1. Mental
2. Menguasai materi/acara
3. Penampilan
1. Mental
a. Membiasakan berdoa sebelum
melaksanakan tugas/pembawa acara
b. Mengenal acara apa yang
akan dihadapi
-
Resmi/semiresmi
-
Di gedung/di lapangan/sederhana
c.
Mempelajari acaranya sebelum bertugas/konsultasi dengan
panitia (ada seni,tari,hiburan)
2. Menguasai materi
a. Mengenali medan
-
Siapa saja yang hadir
-
Mengecek sound system,mic
-
Konsultasi dengan panitia
b. Mengecek yang bertugas
-
Siapa nama/nama lengkap dan jabatan (jangan sampai salah
menyebut nama atau jabatan seseorang)
-
Urutkan pejabat yang datang mulai dari yang tertinggi
jabatannya
-
Pastikan yang bertugas sudah hadir sebelum acara dimulai
3. Penampilan
a. Berpenampilan
sopan,percaya diri,wibawa
-
Keserasian berpakaian
-
Tidak mencolok/berlebihan
b. Sopan berbicara
-
Dalam bersikap,cara duduk,ramah/murah senyum
-
Tidak makan,merokok,banyak bicara
-
Pengaturan suara/pembentukan suara
KESIMPULAN :
1. Sebelum acara dimulai
meminta izin kepada pejabat tertinggi untuk segera memulai acara.
2. Perbendaharaan bahasa
harus luas.
3. Penekanan setiap kalimat
harus tepat.
4. Berhasil atau tidaknya
suatu acara tergantung pada pembawa acara.
Langganan:
Postingan (Atom)
